Langsung ke konten utama

Artikel Populer Suara Merdeka - 2013



PESONA BUDAYA BOYOLALI  LEWAT DALANG CILIK
Dalang identik dengan dunia perwayangan. Mereka sangat piawai dan luwes dalam memainkan para tokoh wayang hingga menjadi sebuah alur cerita atau dalam dunia perwayangan sering disebut dengan lakon wayang. Kecakapan mereka dalam melafalkan bahasa jawa mulai dari nggoko lugu hingga krama alus sangatlah baik. Dunia perwayangan semakin berjaya saat 7 November 2003 UNESCO resmi menetapkan wayang sebagai salah satu warisan budaya dunia. Hal ini tentu saja membuat para dalang dan anggotanya (Pengrawit, Sinden, dan Niyaga) semakin menunjukkan eksistensinya dalam dunia perwayangan. Namun, pengakuan dan penghargaan dunia atas wayang melalui UNESCO ini hanyalah babak pembuka. Tugas kita selanjutnya adalah menempatkan wayang sebagai bagian dari kehidupan keseharian ditengah-tengah geliat zaman dan persinggungan kebudayaan dunia. Generasi muda adalah sasaran yang tepat dalam mempertahankan sebuah warisan mahakarya dunia ini.
Melalui Parade Dalang Cilik 2013 yang digelar di Pendapa Kantor Bupati Boyolali. Memungkinkan untuk mendorong generasi muda dalam mencintai budaya sendiri selain turut mewariskan budaya agar tidak luntur dimakan zaman. Dan dapat menjadi ruang bagi dalang cilik untuk berkiprah. Para dalang yang masih belia ini saling beradu ketangkasan dalam memainkan sebuah lakon wayang. Menjadi seorang dalang tak semudah membalikkan telapak tangan, dari hitam menjadi putih ataupun sebaliknya. Dalang tak cukup hanya sekedar mumpuni akan tetapi juga harus berwawasan luas dan mampu berpikir kritis. Apalagi para dalang ini masih berstatus pelajar Sekolah Dasar yang berdomisili di Kabupaten Boyolali. Dalang cilik adalah salah satu bakat dan potensi yang dimiliki oleh siswa-siswi Kabupaten Boyolali. Tak ada paksaan dari manapun semua murni dari kehendak dalang cilik yang mengikuti parade. Dalang cilik tidak harus keturunan dari seorang dalang, anak yang bukan keturunan dalangpun juga bisa mendalang.
Mengerti alur cerita atau lakon wayang adalah kemampuan wajib yang harus dimiliki oleh seorang dalang maupun dalang cilik. Lakon cerita ini harus sesuai dengan pakem perdalangan. Tak hanya dalang dewasa yang harus mampu menghafalkan dan memahami alur cerita atau lakon yang mereka bawakan akan tetapi hal ini juga berlaku bagi dalang cilik. Kelincahan dan kemahiran mereka dalam mengemas sebuah lakon wayang dapat mengambil hati penonton. Senada dengan dalang pada umumnya dalang cilik merupakan posisi yang sentral atau bisa dikatakan sutradara cilik dalam pagelaran wayang kulit.
Dalang cilik tak hanya menjadi potensi budaya daerah Boyolali. Akan tetapi juga membawa dampak positif yang nyata bagi Boyolali. Salah satunya adalah menarik wistawan untuk berkunjung ke Boyolali dan melihat salah satu budaya Boyolali yakni wayang kulit yang dibawakan oleh para dalang cilik. Sosok dalang cilik wajib dijadikan contoh dan pedoman, jika anak kecil saja bisa, mengapa yang remaja dan dewasa tidak bisa mewariskan budaya asli Jawa ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi Bahasa Inggris Recount Text

  1.       RECOUNT   Social function: to retell events for the purpose of informing or entertaining Generic structure ·          Orientation            :   provides the setting and introduces participants                                 (when, and where) ·            Events                   :   tell what happened in a chronological order ·            Re-orientation     :   optional-closure of events Recount texts tell a series of events and evaluate their significance in some way. Language Fea...

Materi Bahasa Indonesia Kelas XI BAB 19 Frasa

19. Frasa Frasa adalah kesatuan yang terdiri atas dua kata atau lebih yang masing-masing mempertahankan makna dasar katanya dan tidak melampaui batas dan fungsi. Sebuah frasa mempunyai suatu unsur inti atau pusat, sedangkan unsur lain disebut penjelas. Contoh: petani muda, tepi sawah, dan lereng gunung. Kata petani, tepi dan lereng adalah unsur inti sedangkan muda, sawah, dan gunung disebut penjelas

Materi Bahasa Indonesia Kelas XI BAB 3 Hikayat

3. HIKAYAT Dick Hartoko dan B. Rahmanto (1985:59) mengatakan bahwa hikayat adalah jenis prosa, cerita Melayu Lama yang mengisahkan kebesaran dan kepahlawanan orang orang suci di sekitar istana dengan segala kesaktian, keanehan, dan mirip cerita sejarah atau membentuk riwayat hidup. Contoh: - Hikayat Indera Bangsawan; - Hikayat Iskandar Zulkarnaen; - Hikayat Bayan Budiman